SULTAN MIRZA

PERJALANAN MENCARI CINTA SEJATI

Followers

Thursday, December 16, 2010

LUKA

Pedih benar rasanya bila kita dilukai.lebih pedih da sakit bila luka itu bernanah di hati.menjalar2 sakitnya hingga ke benak.
Mengapakah kita dilukai? adakah dgn cara itu buatkan kita lebih sempurna?apakah tiada cara lain dari dilukai dan melukai?
terkadang dlm senyap dan sunyi perlahan-lahan ia membarah memakan diri...
siapa yg tidak pernah diterjah oleh kata-kata yg melukai hati.aku...pernah.kau...juga pernah.kita...mmg selalu terluka.
bkn dek pisau tajam hujungnya.bukan juga dek tombak panjang hulunya dan bukan pedang yg bisa matanya.tapi sembilu yg tersembunyi dalam setiap bait kata-kata.setiap kali terucap,terhmabur pedih tertusuk ke hati,kita terluka lagi.
apakah baiknya kata-kata yg melukakan jiwa kita itu?
apakah eloknya sembilu bisa menghiris hati?hanya luka yg lebar panjang darah mengalir?
baik dibunuh saja jiwa ni..baik dihiris-hiris setiap inci diri ini.
tapi...jgnlah dilukai...peritnya melebihi segala yg dicincang itu..
tidakkah kau jua berjiwa wahai empunya kata? di mana letaknya perasaanmu itu bila meluahkannya? apakah sgla yg zahir dari kita itu tdk ckup memuaskan? adakah aku,kau,kita selalu menimbulkan kesangsian mulut-mulut itu..termenung seketika bila difikirkan soal itu...soal ketidakadilan yg terus menerus melukai.
mulut itu sentiasa membelakangi dari berhadapan . menjaja ke sana ke mari..lebarkan setiap inci sembilu tersembunyi..
walau tdk nmpak kesannya.ia sudah tertuju tepat ke hati ini.  
mengapa tdk mahu berkata tnpa membawa sembilu itu? krn ia menyakiti..
buntu sejenak...aku,kau dan kita terpanggu. terasa berair mata ini dek menahan luka berduri.tak guna dari bertegang urat cuma berdiam tapi semakin membarah.
tak guna berkeras..cuma mencuba utk berlembut tp ia semakin mencengkam. tidak adakah cara lain yg boleh melukai..walau tidak sembuh tp cukuplah sekadar penenang. dari mengusutkan benak berlingkar-lingkar...
wahai TUHAN yg satu..TUHAN yg tidak pernah melukai..tenangkanlah kita semua dari mulut-mulut itu.ubatilah jiwa ini yg dilukai..
hanya KAU lah TUHAN satu yg serba-serbi memahami yg tahu hikmah di sebalik kejadian itu..
KAU TUHAN yg sntiasa mencintai, syukur masih ada ruang dan peluang untuk aku,kau kita hamba yg menadah tanagn pohon petunjuk dariNYA.
mulut-mulut itu terus melemparkan kata yg melukai..
biarkan saja..
mulut-mulut itu terus menajamkan sembilunya...
biarkan saja...
krn ia perlu dibiarkan...hanya itu caranya..
tiba masa mereka itu akan mengerti utk apa kita membiarkan,krn aku, kau, kita semua tahu apa yg terbaik tuk diri ini...

selagi DIA bersama memberi petunjuk dan arah panduan, selagi itu kita pasti tahu kebenaran. ia bukan mudah krn ia memerlukan kesedaran..cukuplah kita dari dilukai..cukuplah sudah!!